Kamis, 26 April 2012

Peraturan & Regulasi

* Peraturan dan Regulasi 1

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat pada saat ini dalam pemanfaatan jasa internet juga mengaibatkan terjadinya kejahatan.  Yaitu Cybercrime, cybercrime merupakan perkembangan dari komputer crime.  Rene L. Pattiradjawane menjelaskan bahwa konsep hukum cyberspace, cyberlaw dan cyberline yang dapat menciptakan komunitas pengguna jaringan internet yang luas (60 juta), yang melibatkan 160 negara telah menimbulkan kegusaran para praktisi hukum untuk menciptakan pengamanan melalui regulasi, khususnya perlindungan terhadap milik pribadi. John Spiropoulos mengungkapkan bahwa cybercrime juga memiliki sifat efisien dan cepat serta sangat menyulitkan bagi pihak penyidik dalam melakukan penangkapan terhadap pelakunya.
Cyberlaw adalah sebuah istilah atau sebuah ungkapan yang mewakili masalah hukum terkait dengan penggunaan aspek komunikatif, transaksional, dan distributif, dari teknologi serta perangkat informasi yang terhubung ke dalam sebuah jaringan atau boleh dikatakan sebagai penegak hukum dunia maya. Beberapa topik utama diantaranya adalah perangkat intelektual, privasi, kebebasan berekspresi, dan jurisdiksi, dalam domain yang melingkupi wilayah hukum dan regulasi.
Cyberlaw lainnya adalah bagaimana cara memperlakukan internet itu sendiri. Dalam bukunya yang berjudul Code and Other Laws of Cyberspace, Lawrence Lessig mendeskripsikan empat mode utama regulasi internet, yaitu:
1. Law (Hukum)
2. Architecture (Arsitektur)
3. Norms (Norma)
4. Market (Pasar)
Keputusan keamanan sistem informasi yang paling penting pad saat ini adalah pada tatanan hukum nasional dalam membentuk undang-undang  dunia maya yang mengatur aktifitas dunia maya termasuk pemberian sanksi pada aktifitas jahat dan merugikan.
Council of Europe Convention on Cybercrime (COECCC) merupakan salah satu contoh organisasi internasional yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan di dunia maya, dengan mengadopsikan aturan yang tepat dan untuk meningkatkan kerjasama internasional dalam mewujudkan hal ini.
Jadi menurut saya diantara ketiga pengertian tersebut mempunyai hubungan yang saling terkait, yaitu untuk cybercrime merupakan perkembangan dari komputernya itu sendiri, cyberlaw merupakan penegak hukumnYa (boleh dikatakan sebagai undang-undang) dalam dunia maya, dan Council of Europe Convention on Cybercrime adalah suatu wadah atau organisasi yng meilndungi masyarakat dari kejahatan dunia maya.


* Peraturan dan Regulasi 2

UU no 19 tentang Hak Cipta : Ketentuan umum, lingkup hak cipta, pembatasan hak cipta, prosedur pendaftaran HAKI.

UU no 36 tentang telekomunikasi : azas dan tujuan telekomunikasi, penyelenggraan telekomuinikasi, penyelidikan, sanksi administrasi dan ketentuan pidana.

Pemerintah, khususnya DPR, saat ini tengah menyusun Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jika diberlakukan nantinya, RUU ini berfungsi untuk mengatur hal-hal yang berhubungan dengan teknologi informasi dan transaksi elektronik. Hal-hal ini tentunya berkaitan erat dengan aktivitas kita di Internet.
Berikut adalah kesan-kesan pertama setelah membaca RUU ini:

  • RUU ini mensahkan sebuah akad atau perjanjian jika dilakukan melalui media elektronik. Walaupun demikian, saya melihat hal ini sedikit banyak sudah berlangsung tanpa adanya RUU ini.
  • Sebagian besar pasal dalam RUU ini berfungsi untuk mengatur Infrastruktur Kunci Publik (Public Key Infrastructure/PKI).
  • RUU ini mengatur bahwa Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (Certificate Authority/CA) harus beroperasi di Indonesia. Saya melihat ini merupakan peluang bagi perusahaan yang berbasis di Indonesia. Certificate Authority dari luar negeri yang sudah terlebih dahulu terkenal seperti Verisign dan GeoTrust memang menurut saya tidak memiliki cukup informasi untuk melakukan verifikasi terhadap identitas seseorang di dalam Indonesia. Walaupun demikian, saat ini belum ada perangkat lunak yang mempercayai CA untuk umum yang berasal dari Indonesia secara default.
  • Setelah membaca pasal 16, kesan saya adalah bahwa RUU ini mensyaratkan penggunaan ‘sistem elektronik’ yang aman dengan sempurna. Apakah mengoperasikan web server yang memiliki celah keamanan nantinya akan melanggar undang-undang?
  • RUU ini melarang penyebaran pornografi.
  • Aksi membobol sistem pihak lain (cracking) kini dilarang secara eksplisit. RUU ini menitikberatkan kepada sistem-sistem milik pemerintah dan sistem-sistem pertahanan Negara. Sedangkan untuk sistem bukan milik pemerintah mungkin hanya diatur pada Pasal 27 ayat 1. Namun, sisa pasal yang mengatur hal ini hanya berhubungan dengan sistem-sistem milik Negara dan perbankan. Saya tidak melihat mengapa informasi milik Negara perlu mendapatkan perlakukan khusus, sedangkan banyak sistem milik publik yang tidak kalah pentingnya, sebagai contoh: router backbone atau server DNS ccTLD id.
  • RUU ini masih belum membahas masalah spamming.


( sumber : http://dikyrosyadi.wordpress.com/2010/03/30/perbandingan-cyber-law-computer-crime-act-malaysia-council-of-europe-convention-on-cyber-crime/ )
( sumber : http://priyadi.net/archives/2005/10/24/ruu-informasi-dan-transaksi-elektronik/ )

IT FORENSIC

    IT Forensic adalah penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software atau tools untuk memelihara, mengamankan dan menganalisa barang bukti digital dari suatu tindakan kriminal yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.

    IT Audit atau yang bisa disebut Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.
   Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.
  
Alasan dilakukannya Audit IT.

Ron Webber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, monash University, dalam salah satu bukunya Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa Audit IT perlu dilakukan, antara lain :

1.Kerugian akibat kehilangan data.
2.Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
3.Resiko kebocoran data.
4.Penyalahgunaan komputer.
5.Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
6.Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
     

 
   Real Time Audit atau RTA adalah suatu sistem untuk mengawasi kegiatan teknis dan keuangan sehingga dapat memberikan penilaian yang transparan status saat ini dari semua kegiatan, di mana pun mereka berada. Ini mengkombinasikan prosedur sederhana dan logis untuk merencanakan dan melakukan dana untuk kegiatan dan "siklus proyek" pendekatan untuk memantau kegiatan yang sedang berlangsung dan penilaian termasuk cara mencegah pengeluaran yang tidak sesuai.

    RTA menyediakan teknik ideal untuk memungkinkan mereka yang bertanggung jawab untuk dana, seperti bantuan donor, investor dan sponsor kegiatan untuk dapat "terlihat di atas bahu" dari manajer kegiatan didanai sehingga untuk memantau kemajuan. Sejauh kegiatan manajer prihatin RTA meningkatkan kinerja karena sistem ini tidak mengganggu dan donor atau investor dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan tanpa menuntut waktu manajer. Pada bagian dari pemodal RTA adalah metode biaya yang sangat nyaman dan rendah untuk memantau kemajuan dan menerima laporan rinci reguler tanpa menimbulkan beban administrasi yang berlebihan baik untuk staf mereka sendiri atau manajemen atau bagian dari aktivitas manajer.

    Penghematan biaya overhead administrasi yang timbul dari penggunaan RTA yang signifikan dan meningkat seiring kemajuan teknologi dan teknik dan kualitas pelaporan dan kontrol manajemen meningkatkan menyediakan kedua manajer dan pemilik modal dengan cara untuk mencari kegiatan yang dibiayai dari sudut pandang beberapa manfaat dengan minimum atau tidak ada konsumsi waktu di bagian aktivitas manajer.





( sumber : http://chandraade.blogspot.com/2010/05/pengertian-audit-ti.html )
( sumber : http://juliocaesarz.blogspot.com/2011/02/real-time-audit.html )

Kamis, 12 April 2012

tugas proposal PSI

TUGAS PROPOSAL
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI


http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTHyrRq_CbbFneISRToyEjefq9yeA1eqeCA_XxuimoUgnxG3xIMLIqseGfe


Pendaftaran Anggota Di Perpustakaan Nasional

Mata Kuliah : Pengembangan Sistem Informasi

Dosen : Lily Wulandari



Kelompok :

1. Agustini Dwi Setia Rahayu (10108119)
2. Ana Rizki (10108185)
3. Ria Awalliya (11108638)

Kelas : 4KA04


Sistem Informasi
Universitas Gunadarma
2012

DAFTAR ISI


Hal
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………….2
LATAR BELAKANG…………………………………………………………………………… 3
TUJUAN…………………………………………………………………………………………. 3
TIM PEMBUAT SISTEM ………………………………………………………………………..4
LINGKUP PROYEK…………………………………………………………………………….. 4
WAKTU PELAKSANAAN……………………………………………………………………... 4
RESOURCES ………………………….…………………………………………………………4
WBS……………………………………………………………………………………………… 5
PENJADWALAN……………………………………………………………………………….. 5
RANCANGAN ANGGARAN BIAYA…………………………………………………………. 6


















LATAR BELAKANG

Dengan majunya perkembangan zaman serta semakin gencarnya issue globalisasi, maka sangatlah penting adanya campur tangan teknologi informasi dalam segala bidang termasuk di antaranya dalam bidang pendidikan. Dalam hal ini, perpustakaan merupakan salah satu sektor penting dalam menunjang terjadinya pendidikan yang berkualitas. Pada saat ini masih banyak perpustakaan yang kegiatannya dilakukan secara manual. Mulai dari pendaftaran menjadi anggota, mencari data anggota, mencari buku-buku yang tersedia atau yang tidak ada di perpustakaan dan kegiatan lainnya. Cara pendaftaran anggota yang masih dilakukan secara manual inilah yang bisa menyebab ketidakakuratan informasi yang akan di dapatkan. Untuk itu kami mencoba mengaplikasikan kegiatan pendaftaran keanggotaan perpustakaan ini ke dalam sistem informasi secara komputerisasi. Pengembangan sistem informasi ini hanya dibatasi pada bagaimana para calon anggota perpustakaan yang ingin mendaftar menjadi anggota perpustakaan saja.


TUJUAN

Adapun tujuannya adalah :

1. Memudahkan kegiatan pendaftaran calon anggota perpustakaan nasional.
2. Memudahkan para pelaku perpustakaan dalam hal pengelolaan data maupun
pencarian data.

3. Menjamin keamanan data sehingga mempermudah dalam hal pengambilan
Keputusan.





TIM PEMBUAT SISTEM

NO

Nama

Peranan

Posisi

Informasi Kontak

1

Ria Awalliya

System Analyst

Project Manager

021-123

2

Ana Rizki

Programmer

Anggota Tim

021-564

3

Agustini Dwi SR

Teknisi

Anggota Tim

021-879



LINGKUP PROYEK
1. Membuat spesifikasi dan design software
2. Coding
3. Instalasi jaringan
4. Instalasi software
5. Tes dan dokumentasi
6. Pemeliharaan data


WAKTU PELAKSANAAN

1. Tanggal mulai proyek : 07 Agustus 2008
2. Tanggal akhir proyek : 02 September 2008


RESOURCES
1. Manpower :
a. System Analyst
b. Programmer
c. Technician
2. Peralatan dan perlengkapan: Telah disediakan oleh pihak perpustakaan

WBS
1. Membuat spesifikasi dan design software
- Membuat prototype spesifikasi dan design software
- Review dari perpustakaan yang bersangkutan
- Fixing spesifikasi dan design software
2. Coding
3. Instalasi jaringan
4. Instalasi software
5. Tes dan dokumentasi
- Tes
- Dokumentasi
6. Pemeliharaan data
- Insert data
- Update data (Jika perlu)
- Hapus data (Jika perlu)

PENJADWALAN
Simbol Nama Kegiatan
A Membuat prototype spesifikasi dan design software
B Review dari perpustakaan yang bersangkutan
C Fixing spesifikasi dan design software
D Coding
E Instalasi jaringan
F Instalasi software
G Tes
H Dokumentasi
I Pemeliharaan data




Menggunakan Metode Hitung Maju

Jaringan kerjanya :



Keterangan :
: Waktu rencana

RANCANGAN ANGGARAN BIAYA
Perincian biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

1. Biaya Persiapan Operasi
a. Biaya Instalasi Software
- Software Microsoft Visual Basic 6.0 Rp. 100.000

2. Biaya Proyek
a. Biaya Konsultasi :
- Analisis 1 Orang Rp. 10.000.000
- Programmer 2 Orang Rp. 10.000.000
- Teknisi Rp. 5.000.000
b. Biaya Transportasi dan Biaya Akomodasi 2 orang Rp. 400.000

3. Tahap Analisis dan Desain
a. Biaya Mengumpulkan Data, Dokumentasi Rp. 120.000
b. Biaya Rapat Rp. 180.000

4. Tahap Penerapan Sistem
- Biaya pelatihan sistem aplikasi Rp. 500.000

5. Biaya Operasi dan Perawatan
a. Biaya perawatan Hardware Rp. 2.000.000
b. Biaya perawatan Software Rp. 2.000.000
c. Biaya Konsultasi Rp. 1.000.000

Total Biaya Keseluruhan Rp. 31.300.000

Kamis, 29 Maret 2012

Profesi TI

Bidang profesi TI dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Computer Engineering (rekayasa komputer)

2. Computer System & Networking (sistem dan jaringan computer)

3. Software Development & Consulting (pengembangan & konsultansi priranti lunak)

1. Bidang Computer Engineering

Bidang ini adalah yang paling bersifat konkrit karena tujuan akhirnya adalah menghasilkan produk yaitu sebuah Komputer atau sebuah peripheral. Computer engineering berkaitan dengan desain, pengembangan dan testing hardware komputer / peripheral dari mulai teknologi semikonduktor, mikroprosesor, circuit, interfacing hingga pengembangan embedded software dalam sebuah mikrokontroler.

1.1. Hardware Engineer

Sebagian besar profesi yang berkaitan dengan computer engineering tidak banyak terdapat di Indonesia karena tenaga ahli di bidang ini banyak dipekerjakan di industri mikroprosesor dan integrated circuit yang melibatkan proses fabrikasi mikroelektronika dan desain arsitektur mikroprosesor yang saat ini belum ada di Indonesia. Kalaupun ada hanya pada proses assembling / perakitan dan bukan desain serta pengembangannya.

Tugas:

1. Mendesain dan membangun interface antara komputer dengan peralatan-peralatan lain

2. Membangun software yang mengontrol interface (biasanya menggunakan bahasa C)

3. Mendesain dan membangun solusi menggunakan embedded sistem / mikrokontroler

4. Membangun software untuk menjalankan mikrokontroler (biasanya menggunakan bahasa assembly)

5. Testing hardware.

Keahlian yang diperlukan:

1. Memahami rangkaian elektronika dan rancang bangun rangkaian digital serta komponennya

2. Meguasai arsitektur komputer dan cara kerja mikroprosesor / mikrokontroler

3. Meguasai rancang bangun computer interfacing

4. Memahami algoritma dan pemprograman

5. Menguasai bahasa pemprograman Assembly dan atau C/C++

6. Menguasai prinsip kerja komunikasi data baik secara parallel, serial (COM/USB), Wireles serta teknik pemprogramannya.

Latar Belakang : Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer)

2. Bidang Computer Sytem & Networking

Bidang ini berkaitan dengan desain, implementasi dan pemeliharaan infrastruktur jaringan computer baik LAN maupun WAN, teknologi server hingga optimasi serta administrasi sistem komputer. Berikut ini adalah profesi-profesi yang berkaitan:

2.1. Sytem Support / Technical Support

Dari namanya: “system support / technical support”, dapat kita pahami bahwa pekerjaan sehari-harinya adalah men-support / maintain / memelihara sistem komputer berupa hardware atau software yang sudah berjalan. Para profesional di bidang ini diperlukan untuk memberikan dukungan teknis terhadap produk berupa software atau hardware yang telah atau akan diimplementasikan. Selain itu, seorang system support / technical support harus dapat melakukan troubleshooting bila terjadi gangguan terhadap system. Kalau pembaca pernah mendengar profesi “helpdesk engineer”, profesi tersebut dapat digolongkan sebagai system support / technical support.

Tugas:

1. Memelihara dan memastikan sistem yang ada berjalan dengan baik

2. Instalasi sistem baik hardware maupun software

3. Troubleshooting dan perbaikan system

4. Memberikan pelatihan ke para pengguna system

Keahlian yang Diperlukan:

1. Menguasai instalasi & setting komputer

2. Memahami konsep dasar networking dan troubleshooting-nya

3. Memahami insalasi & troubleshooting hardware / software tertentu (tergantung apa yang di-support)

Latar Belakang : Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer)

2.2. Network Engineer

Profesi network engineer adalah salah satu profesi yang cukup diminati karena salah satu profesi IT dengan panghasilan yang lumayan. Jenjang karir profesi ini cukup jelas dan umumnya IT management dijabat oleh orang-orang yang berlatar belakang profesi ini (berdasarkan pengamatan saya..). Profesional di bidang ini umumnya memegang sertifikat CCNA, CCNP ataupun CCIE. Dengan memegang sertifikat ini, skill mereka dapat diakui secara internasional dan lebih memudahkan dalam memperoleh pekerjaan di negeri seberang.

Tugas:

1. Mendesain dan membangun infrastruktur jaringan baik LAN maupun WAN

2. Memberikan solusi terbaik dalam hal infrastruktur jaringan baik dalam hal peralatan yang digunakan, efisiensi, reliability, security dan aspek-aspek lain yang terkait

3. Memastikan suatu infrastruktur jaringan computer dapat berfungsi dengan baik.

Keahlian yang Diperlukan:

1. Menguasai konsep dasar mengenai jaringan seperti topologi, protokol-protokol komunikasi, standar-standar networking, media komunikasi data dan keamanan jaringan baik LAN maupun WAN

2. Menguasai konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya

3. Menguasai desain, instalasi dan terminasi media jaringan seperti kabel tembaga/UTP, fiber optic, Wireless communication dll

4. Menguasai setting, pemanfaatan dan troubleshooting perangkat jaringan seperti router, switch, firewall, proxy, modem dll

5. Memahami instalasi dan setting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver dll

6. Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / sistem

Latar Belakang : Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer atau telekomunikasi)

2.3. System Engineer / Administrator

Profesi System Engineer / System Administrator (biasa disingkat Sys Admin) adalah profesi yang mirip dengan network engineer tetapi dituntut memiliki pengetahuan lebih detail dalam hal desain dan administrasi server-server yang ada di suatu jaringan internal. Seseorang dengan posisi ini akan diserahi tanggung jawab untuk memastikan system (hardware, software dan jaringan komputer) di suatu perusahaan berjalan desuai harapan dan memegang kunci pasword utama jaringan internal perusahaan (Administrator). Serifikasi untuk profesi ini contohnya adalah MCSE untuk platform Microsoft Windows.

Tugas:

1. Mendesain dan membangun sistem dan jaringan komputer terutama dalam hal teknologi server dan konektifitasnya baik LAN maupun WAN

2. Memberikan solusi terbaik dalam hal pemilihan dan teknologi server dan software yang digunakan dalam hal efisiensi, reliability, security dan aspek-aspek lain yang terkait

3. Memastikan/memaintain suatu jaringan internal (baik LAN maupun WAN) dapat berfungsi dengan baik.

Keahlian yang Diperlukan:

1. Memahami konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya

2. Mamahami setting dan instalasi tentang perangkat aktif jaringan seperti router, switch, hub, firewall dll.

3. Menguasai secara mendalam salah satu atau beberapa platform / network operating system untuk membangun suatu domain yang aman dan terintegrasi, contohnya seperti “Active Directory” untuk platform windows.

4. Menguasai secara mendalam tentang instalasi, setting dan troubleshooting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver, DNS dll

5. Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / system

Latar Belakang : Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer atau telekomunikasi)

2.4. System Engineer / Administrator

Profesi IT specialist atau IT engineer mungkin merupakan profesi yang agak jarang terdengar. Tetapi tanpa disadari, beberapa professional yang merasa bekerja sebagai system support, network engineer ataupun system administrator dapat digolongkan sebagai IT specialist.

Tugas:

1. Mendesain dan membangun sistem komputerisasi terutama dalam hal implementasi software, hardware dan jaringan.

2. Memberikan solusi terbaik dalam hal pemilihan dan implementasi teknologi baik hardware maupun software.

Keahlian yang Diperlukan:

1. Memahami konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya

2. Menguasai network operating system dan aplikasi-aplikasi yang dapat diimplementasikan dalam organisasi.

3. Memiliki pengetahuan yang luas mengenai software, hardware dan jaringan komputer.

4. Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / system

Latar Belakang : Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer atau telekomunikasi), Manajemen Informatika.

3. Bidang Software Development & Consulting

Software development adalah bidang yang paling abstrak di dunia IT. Output yang dihasilkan hanya dapat dirasakan oleh user berupa informasi yang dapat mengoptimalkan berbagai macam pekerjaan.

3.1. Programmer/Developer

Profesi programmer/developer adalah profesi yang paling sering terdengar, karena profesi ini sudah ada sejak diciptakannya komputer itu sendiri. Profesional dalam bidang software development dan consulting umumnya pernah meniti karir sebagai seorang programmer. Keahlian dalam algoritma dan penguasaan terhadap salah satu atau beberapa bahasa memprograman mutlak diperlukan oleh seorang programmer. Programer adalah profesi inti dan tulang punggung dalam software development karena tidak akan terwujud sebuah software aplikasi tanpa adanya programmer, sedangkan tanpa didukung profesi lainnya, seorang programmer dapat membuat sebuah aplikasi yang berguna walaupun dengan cakupan terbatas.

Berdasarkan jenis programming dan output yang dihasilkan, programmer sendiri ada beberapa macam yaitu:

3.1.1. Hardware Programmer

Hardware programmer sebenarnya adalah bagian dari hardware engineer. Sesuai namanya, mereka melakukan programming secara low level terhadap hardware, misalnya mikrokontroler, embeded sistem, PLC atau device lainnya. Pada awal diciptakannya komputer, programmer jenis ini lebih dominan karena cara memprogram komputer waktu itu mirip dengan cara memprogram mikrokontroller saat ini. Bahasa yang digunakan dulunya adalah bahasa mesin tetapi saat ini cenderung digunakan bahasa assembly dan C.


3.1.2. System Programmer

Dalam pekerjaannya, system programmer menggunakan low level dan medium level language. Biasanya mereka dipekerjakan dalam pengembangan sistem operasi dan modul-modul pendukungnya. Para pengembangan driver untuk periferal dan programming dalam SIM/UIM card juga digolongkan ke programmer jenis ini.

3.1.3. Application Programmer

Bagi yang sering mendengar profesi “Application Developer”, “Software Developer”, “Web Developer”, “Enterprise Developer” atau “Developer” saja, profesi-profesi tersebut tergolong sebagai Application programmer. Programmer jenis inilah yang paling banyak dan populer di dunia kerja terutama di Indonesia. Hal ini disebabkan karena aplikasi adalah jenis software yang paling banyak di gunakan.

Dalam hal cakupan keahlian yang dibutuhkan, secara kasar jenis aplikasi dapat dibagi menjadi :

a) Desktop Application (aplikasi yang berwujud Windows Form, WPF, XWindows atau jenis GUI lainnya yang berjalan di O/S masing-masing)

b) Web Application (aplikasi yang user interface-nya berwujud HTML dan diakses dengan web browser, biasa dikembangkan dengan framework PHP, ASP.Net, Java, Spring, Ruby on Rails dll )

c) Database Application (aplikasi yang memerlukan akses ke database menggunakan teknologi seperti ADO.Net, OLEDB, ODBC, JDBC, ORM, Hibernate dll)

d) Distributed Application (aplikasi terdistribusi/server service seperti Web Service, J2EE, WCF, COM+ dll)

Tugas:

1. Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap construction dengan melakukan coding dengan bahasa pemprograman yang ditentukan

2. Mengimplementasikan requiremant dan desain proses bisnis ke komputer dengan menggunakan algoritma /logika dan bahasa pemprograman

3. Melakukan testing terhadap software bila diperlukan

Keahlian yang Diperlukan:

1. Menguasai Algoritma dan logika pemprograman (ini penting sekali)

2. Memahami metode, best practice dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membaca dan menerapkan)

3. Menguasai salah satu atau beberapa bahasa pemprograman populer seperti C++, VB, PHP, C#, Java, Ruby dll (untuk web developer perlu juga menguasai HTML, DHTML, CSS, JavaScript dan AJAX)

4. Memahami RDBMS dan SQL (Structured Query Language)

5. Menguasai bahasa Inggris (hal ini sangat penting saat ini karena bahasa en-US merupakan bahasa ibu di dunia IT)

Latar Belakang : Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi

3.2. System Analyst

System analyst bekerja pada tahap requirement dan design, walaupun kadangkala juga diperlukan untuk menyeberang dari tahap requirement dan design ke tahap construction/implementaion (coding/programming). Tentunya ini wajar karena biasanya seorang system analyst dahulunya juga seorang programmer. Tetapi seorang yang benar-benar diposisikan sebagai system analyst, tugas utamanya adalah membuat requirement dan desain software.

Tugas:

1. Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap requirement, design dan sebagian dalam tahap construction/implementation

2. Membuat dokumen requiremant dan desain software berdasarkan proses bisnis customer/client

3. Membuat proposal dan mempresentasikannya di hadapan stake holder / customer / client

4. Membuat desain database bila aplikasi yang akan di bangun memerlukan database

5. Membangun/mengembangkan framework/library untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer

Keahlian yang Diperlukan:

1. Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer

2. Menguasai metode, best practice pemprograman dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membangun/mendesain)

3. Menguasai SQL,ERD dan RDBMS secara lebih mendalam

4. Memahami tentang arsitektur aplikasi dan teknologi terkini

Latar Belakang : Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi


3.3. Software Quality Assurance Engineer

Software Quality Assurance (SQA) engineer mungkin agak jarang terdengar di dunia kerja. Hal ini mungkin karena di Indonesia belum banyak lowongan kerja yang mencantumkan posisi ini. Bila anda pernah mendengar posisi “Software Tester”, maka itu termasuk dalam profesi ini. Salah satu tugas SQA engineer memang melakukan testing terhadap software, tetapi bukan itu saja sebenarnya pekerjaan profesi ini.

Tugas:

1. Memonitor jalannya proyek software development apakah sudah sesuai dengan standar dan prosedur yang ada

2. Merancang dan membuat test case / skenario software testing

3. Melakukan testing sesuai dengan test case / skenario

4. Merumuskan dan merancang peningkatkan efisiensi dan efektifitas standar proses yang digunakan

Keahlian yang Diperlukan:

1. Menguasai hal-hal yang berhubungan dengan software testing (test plan, test case, testing automation, functionality testing, regression testing dll)

2. Memahami tentang perinsip kerja software sesuai dengan platformnya masing-masing

3. Memahami tentang SDLC dan metodologi software development seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll

4. Memahami standarisasi seperti CMMI

5. Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)

Latar Belakang : Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika

3.4. Software Engineer

Profesi software engineer sebenarnya ada kemiripannya dengan profesi programmer, system analyst ataupun SQA engineer. Yang membedakannya adalah software engineer memerlukan keahlian lebih mendalam dalam hal SDLC (Software Development Life Cycle) yaitu seluruh proses yang harus dijalani dalam pengembangan software. Pada level tertentu, seorang software engineer juga harus menguasai manajeman proyek software development. Salah satu standar SDLC yang umum digunakan dalam software engineering adalah SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge).

Tugas:

1. Melakukan tugas-tugas programmer, system analyst dan sebagian tugas SQA engineer

2. Merekomendasikan dan menerapkan metodologi terbaik dalam sebuah proyek software development

Keahlian yang Diperlukan:

1. Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer, system analyst dan SQA engineer (dalam porsi yang lebih sedikit)

2. Menguasai SDLC berdasarkan SWEBOK (requirement, design, implementation/construction, testing, maintenance)

3. Menguasai metodologi software development seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll

Latar Belakang : Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi

3.5. Database Administrator (DBA)

Profesi Database Administrator (DBA) terkait erat dengan programmer dan system analyst. Seorang DBA biasanya pernah menjadi seorang programmer tetapi pekerjaannya lebih sering berkaitan dengan database. Perbedaannya dengan database application programmer adalah seorang DBA memiliki keahlian lebih mendalam dalam hal desain, optimasi dan manajemen RDBMS (Relational Database Managemant System) tertentu seperti Oracle, SQL Server, MySQL dll. Tentunya penguasaan terhadap SQL (Structured Query Language) mutlak diperlukan. DBA harus memiliki keahlian menterjemahkan requirement proses bisnis ke obyek-obyek dalam database seperti tabel, query\view dan stored procedure disamping keahliannya dalam optimasi database seperti tuning, indexing, clustering, backup data, maintain high availability dan sebagainya.

Tugas:

1. Merancang dan membangun database dalam sebuah sistem

2. Merekomendasikan solusi terbaik dalam implementasi database baik dalam hal software maupun hardware

3. Memaintain database agar dapat berjalan dengan baik dan optimal

Keahlian yang Diperlukan:

1. Menguasai ERD, SQL dan desain database secara mendalam

2. Menguasai berbagai teknik optimalisasi/tuning, backup dan maintain database

3. Menguasai secara mendalam salah satu atau lebih RDBMS beserta tools yang ada.

4. Memahami tentang salah satu platform/bahasa pemprograman untuk mengakses database

5. Menguasai teknologi server, storage, operating system yang berkaitan dengan implementasi database

Latar Belakang : Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer

3.6. Software Architect

Software architect atau kadang disebut juga sebagai Technical Architect biasanya bekerja di perusahaan software development yang memiliki produk-produk software yang cukup besar dan kompleks. software architect bertugas untuk mendesain dan merekomendasikan secara technical mengenai bagaimana dan apa yang diperlukan dalam mengembangkan produk software tersebut. Profesional di bidang ini biasanya pernah meniti karir sebagai programmer, software engineer atau system analyst.

Tugas:

1. Merekomendasikan teknologi yang paling cocok untuk mengembangkan produk software

2. Membuat standar-standar software development yang akan digunakan oleh tim programmer / developer seperti coding standard, arsitektur, design pattern dll.

3. Membuat rancangan/desain software dan proses pengembangannya secara keseluruhan, terutama dalam hal framework dan library yang digunakan

Keahlian yang Diperlukan:

1. Menguasai hal-hal teknis yang dikuasai programmer, system analyst dan software engineer

2. Menguasai secara mendalam tentang software development technology dan software design

3. Menguasai penulisan dokumen dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)

Latar Belakang : Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Manajemen Informatika

3.7. Software Implementer

Software implementer kadang desebut sebagai “Implementer” atau “Software Support”. Profesi ini kedengarannya mirip dengan “System Support” di dunia Computer System & Networking (lihat di “Profesi di dunia IT Bagian 1″). Memang secara pekerjaan ada kemiripan, tetapi sesuai penamaannya, dalam hal sesuatu yang disupport tentu sudah terlihat perbedaannya. Profesi software implementer tidak tergolong dalam bidang software development melainkan lebih dekat ke bidang software consulting.

Tugas:

1. Melakukan instalasi/implementasi serta setting produk software di sisi client/customer

2. Memelihara dan memastikan software yang sudah diimplementasikan berjalan dengan baik

3. Melakuakan troubleshooting terhadap produk software

4. Memberikan pelatihan (training) kepada para pengguna software

Keahlian yang Diperlukan:

1. Menguasai secara mendalam produk software yang akan diimplementasikan

2. Menguasai teknologi platform / sistem poperasi/ middleware (bila ada) yang dibutuhkan oleh produk software yang disupport

3. Memahami insalasi, setting & troubleshooting produk software yang diimplementasikan

Latar Belakang : Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Elektro (Pemusatan Studi Komputer)

3.8. Technical Consultant

Technical Consultan atau kadang disebut sebagai “Consultant” saja sesuai namanya bekerja sebagai konsultan IT. Tugas utama seorang konsultan adalah merekomendasika solusi teknologi IT terbaik untuk memecahkan masalah yang ada. Bila seorang software architect lebih menguasai solution domain, seorang technical consultant lebih menguasai problem domain. Seorang technical consultant mirip seorang system analyst yang lebih sering membuat konsep proses bisnis dan requirment daripada melakukan design atau coding. Technical consultant tentunya juga menguasai teknologi software development tetapi pada level yang lebih umum dan luas (high level) dan lebih condong termasuk dalam bidang software consulting.

Tugas:

1. Memberikan konsultansi/rekomendasi mengenai solusi IT terbaik untuk memecahkan masalah

2. Membuat dokumen seperti proposal, requirement dan desain software secara umum

3. Melakukan pelatihan (training) kepada para pengguna software

Keahlian yang Diperlukan:

1. Berpengalaman dan menguasai berbagai macam proses bisnis enterprise atau jenis bisnis terentu

2. Menguasai teknologi IT secara luas

3. Menguasai secara mendalam tentang solusi software yang direkomendasikan

4. Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)

Latar Belakang : Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Elektro (Pemusatan Studi Komputer)

3.9. User Interface Designer

Mungkin anda agak jarang mendengar nama profesi seperti ini karena memang istilah ini jarang digunakan. Ada iklan lowongan pekerjaan yang menggunakan istilah “User Interface Designer”, tetapi lebih sering digunakan istilah “Web Designer” untuk posisi tersebut.

Tugas:

1. Mendesain user interface agar menarik dan serasi secara visual dan user friendly

2. Mendesain image/gambar/animasi yang akan digunakan di tampilan user interface (UI) software aplikasi

Keahlian yang Diperlukan:

1. Memiliki bakat/minat di seni rupa / desain visual

2. Memahami dasar-dasar pemprograman baik web maupun secara umum

3. Menguasai scripting untuk user interface seperti seperti HTML, DHTML, CSS, JavaScript, action script, XAML dll.

4. Menguasai tools manipulasi image dan animasi

Latar Belakang : Seni Rupa (desain visual), Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Manajemen Informatika


Sumber :

http://codelabour.wordpress.com/2009/05/04/profesi-di-dunia-it-bagian-1/

http://codelabour.wordpress.com/2009/06/01/profesi-di-dunia-it-bagian-2/