Selasa, 27 Oktober 2009

KOMUNIKASI

I. Pentingnya Telekomunikasi


Perkembangan dunia teknologi yang sangat pesat saat ini, nyata berdampak positif pada kemajuan di berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah produk teknologi di bidang telekomunikasi yakni telepon selular. Telekonikasi dapat merangsang pertumbuhan ekonomi secara signifikan dan bahkan telah manjadi salah satu faktor keberhasilan suatu bangsa.

Hal ini dapat dibuktikan dari hasil studi Internasional Telekomunikasi Union (ITU) yang menemukan, bahwa penambahan fasilitas telekomunikasi sebesar satu persen akan merangsang pertumbuhan ekonomi sampai tiga persen, artinya bagaimana suatu daerah akan tumbuh dengan cepat, begitu saluran telepon masuk kedesa, hasil industri pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan hasil industri lainnya dapat langsung terpasarkan begitu jalur telekomunikasi terhubung antara produksi dan pasaran.

Peranan telekomunikasi menjadi sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat modern termasuk berbagai kemudaan yang didapat. Dengan demikian telekomunikasi menjadi faktor utama jalur lintas Informasi yang juga merupakan penunjang terbesar dalam upaya tercipatnya sumber daya manusia yang berwawasan luas.

II. Dampak Radio Terhadap Kefektivan Telekomunikasi dan Media Telekomunikasi


Penggunaan radio microwave sebagai sarana transmisi dapat dikategorikan sebagai back bone apabila memiliki kapasitas kanal yang besar dan trafik padat serta terhubung dengan terminal lain seperti antara BSC dengan MSC, atau MSC dengan MSC. Kemudian MSC dengan Sentral Gerbang Internasional (SGI) atau SGI dengan Stasiun Kabel Laut. Seperti halnya hubungan SGI-2 Medan dengan Stasiun Kabel Laut Pantai Cermin dihubungkan dengan radio microwave untuk menyalurkan semua sinyal informasi yang datang dari pelanggan selular Mentari, Matrix dan IM3, StarOne maupun pelanggan telepon dari rumah yang menggunakan SLI 001 maupun Flat Call 016, ke sarana transmisi kabel laut untuk dikirim ke pelanggan di luar negeri. Dalam lingkup ini, radio microwave tersebut menjadi back bone, kalau demikian halnya sebagai back bone akan menampung seluruh sinyal informasi yang datang dan tidak membedakan apakah sinyal tersebut berasal dari telepon selular atau telepon rumah. Dengan kata lain semua sinyal informasi yang masuk akan dikirim ketempat tujuan.

Walaupun jaringan transmisi tersebut diperuntukkan membawa sinyal informasi telepon selular, bukan berarti tidak dapat digunakan untuk menyalurkan sinyal informasi dari jasa yang lain. Hal ini tergantung kebutuhan, tinggal menyediakan kanal sebagai jalur pembawa. Sebagai jalur utama pembawa sinyal informasi pelanggan, rangkaian jaringan tersebut dikatakan back bone walaupun kapasitas kanal yang tersedia sebesar 16 E1 (baca iwan) dimana 1 E1 setara dengan 30 kanal. Perlu digaris bawahi, tidak semua penggunaan radio microwave dikatakan back bone, kadang kanya sebagai akses atau transmit misalkan yang ada di BTS dan juga disebut last mile kalau hanya digunakan untuk kebutuhan satu pelanggan.

Efektivitas penggunaan radio microwave sangat baik termasuk menjembatani daerah perkotaan yang padat penduduk dan penuh bangunan serta ruang yang tersedia terbatas. Namum pemasangan perangkat cukup mudah, boleh jadi diatap rumah bertingkat dan kualitas sinyal yang dihasilkan sangat baik. Walaupun ada kendala gedung tinggi namun masih ada tersedia ruang untuk membangun tower. Radio microwave juga menjembatani jarak khususnya di luar kota karena dapat dipasang dimana saja apakah diatas bukit, dikaki bukit dengan jarak garis lurus (line of sight) sepanjang 30 km. Paling utama yang harus diperhatikan pada saat pemasangan adalah mencari titik kordinat (pointing) yang paling sempurna diantara dua radio micro sehingga diperoleh line of sight yang optimal. Pengukuran harus dilakukan dengan seksama, kalau tidak pengaruhnya pada kualitas nantinya.

Biasanya untuk mencari posisi radio microwave khususnya di luar kota dilakukan melalui GPS (Global Positioning System) sehingga diperoleh titik kordinat yang paling tepat dilihat dari latitude (bujur) maupun longitude (lintang) berapa. Pada saat pengetesan harus dilakukan pengukuran ketepatan antena melalui Automatic Gain Controll (AGC).

III. Dampak Positif dan Negatif dari Komunikasi


Dampak Positif
1. Mempermudah komunikasi.
2. Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi.
3. Memperluas jaringan persahabatan.

Dampak Negatif :
1. Mengganggu Perkembangan Anak : Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di hand phone (HP) seperti : kamera, permainan (games) akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah? Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan HP untuk mencontek (curang) dalam ulangan. Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi.


2. Efek radiasi
Selain berbagai kontroversi di seputar dampak negatif penggunaannya,. penggunaan HP juga berakibat buruk terhadap kesehatan, ada baiknya siswa lebih hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan atau memilih HP, khususnya bagi pelajar anak-anak. Jika memang tidak terlalu diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi kesempatan menggunakan HP secara permanen.

3. Rawan terhadap tindak kejahatan.
Ingat, pelajar merupakan salah satu target utama dari pada penjahat.

4. Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa.
Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. HP bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur porno dan sebagainya yang sama sekali tidak layak dilihat seorang pelajar.

5. Pemborosan
Dengan mempunyai HP, maka pengeluaran kita akan bertambah, apalagi kalau HP hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan yang saja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar