Sabtu, 28 November 2009

SENIORITAS

Pada suatu organisasi yang berlegalitas, biasanya ada pendaftaran bagi para calon anggota yang ingin bergabung dalam organisasi tersebut. Setelah itu pasti ada lagi proses seleksi para calon anggota, dengan tujuan bisa merekrut anggota-anggota baru yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Yang memilih atau menentukan biasanya disebut para senior karena mereka yang lebih dulu berkecimpung di dalam oraganisasi tersebut, sedangkan yang mendaftar disebut junior.
Organisasi ini mengalami masalah di antara para anggotanya. Seperti biasa, masalahya yaitu senioritas. Jadi para anggota yang senior mewajibkan para anggota junior untuk menghormatinya. Ternyata rasa senioritas di organisasi ini masih sangat tinggi, para seniornya amat mendukung senioritas. Hal ini menyebabkan para anak baru atau para anggota junior jadi merasa segan terhadap para senior. Mereka juga merasa tidak lepas atau tidak bebas dalam megeluarkan aspirasi dan ide-ide yang mereka miliki. Selain itu mereka pun jadi merasa tidak di anggap dan akhirnya mengambil keputusan untuk keluar dan tidak tergabung lagi dalam organisasi tersebut.
Apabila kebersmaan dalam suatu organisasi dipererat lagi dan tidak ada lagi rasa senioritas yang terlalu tinggi, mungkin hal ini tidak akan terjadi dan tidak akan terulang lagi. Dan sebaiknya para senior jangan terlalu merasa lebih unggul dari para junior, jika para senior berpikir seperti ini maka masalah senioritas yang terlalu tinggi pun tidak akan terjadi pada suatu organisasi. Karena dampak dari masalah ini juga dapat merusak psikologis para anggota junior.
Dan keputusan memang menyebutkan bahwa senioritas itu penting dalam suatu organisasi tapi hanya sewajarnya saja, tidak perlu terlalu di tonjolkan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar